Latest posts
-
Satu Amplop, Dua Korban: Obat Non-Fornas, INA-CBG, dan Dilema JKN

Seorang perempuan lanjut usia dengan diabetes melitus tipe 2 pulang dari poliklinik membawa metformin. Beberapa hari kemudian obat itu berhenti diminum. Bukan karena lupa. Bukan pula karena ia menolak terapi. Setiap kali obat diminum, perutnya terasa tidak nyaman, mual datang, dan kram membuatnya memilih satu hal yang terasa paling masuk akal saat itu: berhenti. Menurut…
-
Hak Utama Bukan Hak Melaju: Membaca Ulang Insiden Ambulans di Karnaval Kemerdekaan

Rabu sore, 12 Agustus 2026, sebuah ambulans yang membawa pasien dengan kondisi gawat janin tiba di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang. Pada saat yang sama, ruas itu sedang digunakan untuk pawai kemerdekaan. Dua kepentingan yang sama-sama penting akhirnya bertemu di tempat dan waktu yang tidak ideal. Seorang anak berusia sepuluh tahun tersenggol…
-
Batas Kompetensi: Sejauh Mana Tangan Perawat Boleh Bertindak?

KESEHATAN Batas Kompetensi: Sejauh Mana Tangan Perawat Boleh Bertindak? Ns. Kharisma Adytama Putra, M.Kep., Sp.Kep.MB 4 April 2026 12 menit baca Malam itu, di pinggir jalan raya yang basah oleh hujan dan darah, seorang perawat prahospital di Brasil berlutut di samping tubuh korban kecelakaan lalu lintas. Dada pasien tidak mengembang dengan benar — satu sisi…
-
Bencana Sumatera, Romantisme Kolonial

Beberapa waktu terakhir, publik kembali diguncang bencana di Sumatera. Banjir bandang, longsor, korban jiwa, rumah hanyut—semua terasa seperti berita yang berulang. Dalam konteks itu, muncul pidato Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang ramai diperbincangkan. Salah satu bagian yang paling memicu diskusi adalah perbandingan antara kondisi Indonesia hari ini dengan masa kolonial Belanda: gunung yang dulu “utuh”,…
-
Triage Negara: Membedah Dilema Indonesia di Meja Operasi Geopolitik

Di dunia Keperawatan Medikal Bedah (KMB), kita terbiasa berhadapan dengan pasien yang mengalami kegagalan multi-organ. Pada fase kritis itu, emosi tidak boleh menjadi kompas. Keputusan harus diambil berdasarkan data dan kajian klinis: kita melakukan pengkajian, menegakkan diagnosis, lalu berani melakukan intervensi penyelamatan nyawa meski menyakitkan, seperti amputasi, demi mencegah kematian tubuh secara keseluruhan. Awal tahun…
